0
Contoh Tari Dari Jawa Timur
Posted by Unknown
on
20.46
Tari
yang berasal dari Jawa Timur :
Tari Tunggal
Tari
Tunggal
Tari Remo berasal dari Kabupaten Jombang, Jawa Timur.
Tarian ini berasal dari kecamatan Diwek Di desa Ceweng, tarian ini diciptakan
oleh warga yang perprofesi sebagai pengamen tari di kala itu, memang banyak
profesi tersebut di Jombang, kini Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang
digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, pada
perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam
upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah. Tarian ini
sebenarnya menceritakan tentang perjuangan seorang pangeran dalam medan laga.
Akan tetapi dalam perkembangannya tarian ini menjadi lebih sering ditarikan
oleh perempuan, sehingga memunculkan gaya tarian yang lain: Remo Putri atau Tari Remo gaya perempuan.
Menurut sejarahnya, tari remo merupakan tari yang
khusus dibawakan oleh penari laki – laki. Ini berkaitan dengan lakon yang
dibawakan dalam tarian ini. Pertunjukan tari remo umumnya menampilkan kisah
pangeran yang berjuang dalam sebuah medan pertempuran. Sehingga sisi
kemaskulinan penari sangat dibutuhkan dalam menampilkan tarian ini.
Berdasarkan perkembangan sejarah tari remo, dulunya
tari remo merupakan seni tari yang digunakan sebagai pembuka dalam pertunjukan
ludruk. Namun seiring berjalannya waktu, fungsi dari tari remo pun mulai
beralih dari pembuka pertunjukan ludruk, menjadi tarian penyambutan tamu,
khususnya tamu – tamu kenegaraan. Selain itu tari remo juga sering ditampilkan
dalam festival kesenian daerah sebagai upaya untuk melestarikan budaya Jawa Timur. Oleh karena itulah kini tari
remo tidak hanya dibawakan oleh penari pria, namun juga oleh penari wanita.
Sehingga kini muncul jenis tari remo putri. Dalam pertunjukan tari remo putri,
umumnya para penari akan memakai kostum tari yang berbeda dengan kostum tari
remo asli yang dibawakan oleh penari pria.
Tari Berpasangan
Tari
Gandrung Banyuwangi
Tarian Gandrung Banyuwangi dibawakan sebagai
perwujudan rasa syukur masyarakat setiap habis panen. Kesenian ini masih satu genre dengan
seperti Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timurbagian
barat, Lengger di wilayah Banyumas dan Joged Bumbung di Bali, dengan melibatkan
seorang wanita penari profesional yang
menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik (gamelan). Gandrungmerupakan seni pertunjukan yang disajikan dengan
iringan musik khas perpaduan
budaya Jawa dan Bali. Tarian
dilakukan dalam bentuk berpasangan antara perempuan (penari gandrung) dan
laki-laki (pemaju) yang dikenal dengan "paju"
Bentuk kesenian yang didominasi tarian dengan
orkestrasi khas ini populer di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur PulauJawa, dan telah menjadi ciri
khas dari wilayah tersebut, hingga tak salah jika Banyuwangi selalu
diidentikkan dengan gandrung. Kenyataannya, Banyuwangi sering dijuluki Kota
Gandrung dan patung penari
gandrung dapat dijumpai di berbagai sudut wilayah Banyuwangi.
Gandrung sering dipentaskan pada berbagai acara,
seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi
maupun tak resmi lainnya baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya. Menurut
kebiasaan, pertunjukan lengkapnya dimulai sejak sekitar pukul 21.00 dan
berakhir hingga menjelang subuh (sekitar pukul 04.00).
Tari Kelompok
Tari
Muang Sangkal
Tari Muang Sangkal asli Madura. Tari muang sangkal
adalah salah satu tarian asli Sumenep. Kini tarian tersebut menjadi ikon seni
tari di Sumenep. Tari muang sangkal diciptakan oleh Taufikurrachman pada tahun
1972.Tarian tersebut sejak diciptakan hingga sekarang sudah dikenal di luar
Madura dan luar negeri.Tercetusnya tari muang sangkal dilatar belakangi banyak
hal. Antara lain, kepedulian para seniman dalam menerjemahkan alam madura yang
sarat karya dan keunikan. Juga mengangkat sejarah kehidupan kraton yang dulu
pernah ada di Madura (Sumenep). Secara harfiah, muang sangkal terdiri dari 2
kata dari Bahasa Madura dengan makna yang berbeda. Muang mempunyai arti
membuang dan sangkal bermakna petaka. Jadi, muang sangkal bisa diterjemahkan
sebagai tarian untuk membuang petaka yang ada dalam diri seseorang.
Posting Komentar